Alarm Merah untuk Pekerja Keras: 5 Penyakit yang Mengintai Saat Anda Sering Lembur

"Sering lembur kerja? Waspadai 5 risiko penyakit serius seperti jantung, GERD, stres, dan burnout yang mengintai. Kenali gejalanya dan cara mencegahnya. "
Sering lembur kerja? Waspadai 5 risiko penyakit serius seperti jantung, GERD, stres, dan burnout yang mengintai. Kenali gejalanya dan cara mencegahnya. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Di tengah tuntutan pekerjaan dan budaya “hustle culture”, lembur seringkali dianggap sebagai lencana kehormatan—sebuah bukti dedikasi dan loyalitas terhadap perusahaan.

Namun, di balik produktivitas yang dikejar, ada “tagihan” mahal yang diam-diam harus dibayar oleh tubuh Anda.

Baca Juga: Rekomendasi 4 Tempat Kencan Malam Minggu di Pontianak

Ketika jam kerja melampaui batas wajar secara terus-menerus, tubuh akan mengirimkan sinyal bahaya.

Ini bukan lagi sekadar soal lelah atau kurang tidur.

Lembur yang menjadi kebiasaan adalah undangan terbuka bagi berbagai masalah kesehatan serius yang dapat menurunkan kualitas hidup Anda secara drastis.

Kenali beberapa penyakit yang paling sering mengintai para pekerja keras yang sering mengorbankan waktu istirahatnya.

1. Penyakit Jantung dan Hipertensi

Ini adalah risiko paling berbahaya dari kerja berlebihan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet menunjukkan bahwa orang yang bekerja lebih dari 55 jam per minggu memiliki risiko stroke 33% lebih tinggi dan risiko penyakit jantung koroner 13% lebih tinggi dibandingkan mereka yang bekerja 35-40 jam seminggu.

Mengapa ini terjadi? Lembur memicu produksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin secara berlebihan.

Hormon ini memaksa jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan tekanan darah.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat merusak pembuluh darah, memicu hipertensi (tekanan darah tinggi), dan meningkatkan risiko serangan jantung.

2. Gangguan Pencernaan Akut (GERD & Maag)

Sering merasa perut kembung, mual, atau sensasi terbakar di dada setelah makan malam yang larut? Itu adalah gejala khas dari GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau maag.

Mengapa ini terjadi? Pola makan menjadi kacau saat Anda lembur.

Anda cenderung melewatkan jam makan, mengonsumsi makanan cepat saji yang tidak sehat, minum kopi berlebihan untuk tetap terjaga, dan makan dalam porsi besar sesaat sebelum tidur.

Semua kebiasaan ini, ditambah dengan stres, dapat meningkatkan produksi asam lambung dan melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan, menyebabkan asam lambung naik kembali.

3. Kesehatan Mental Terganggu (Stres, Cemas, dan Burnout)

Tubuh dan pikiran adalah satu kesatuan. Ketika fisik dipaksa bekerja tanpa henti, mental pun akan ikut tertekan.

Gejalanya bisa berupa mudah marah, sulit berkonsentrasi, perasaan cemas berlebih, hingga serangan panik.

Mengapa ini terjadi? Kurangnya waktu untuk beristirahat dan melakukan aktivitas personal (work-life balance yang buruk) akan menguras energi emosional Anda.

Kondisi ini jika dibiarkan akan berujung pada burnout—kelelahan fisik dan emosional yang ekstrem, perasaan sinis terhadap pekerjaan, dan menurunnya efektivitas profesional.

4. Obesitas dan Sindrom Metabolik

Apakah lingkar pinggang Anda semakin melebar seiring dengan bertambahnya jam lembur? Ini bukan kebetulan.

Terlalu banyak bekerja, terutama di depan meja, adalah resep jitu untuk menaikkan berat badan.

Mengapa ini terjadi? Lembur berarti lebih banyak duduk dan lebih sedikit bergerak.

Waktu untuk berolahraga pun tersita.

Ditambah lagi dengan pilihan makanan yang cenderung tinggi kalori dan gula untuk mendapatkan energi instan.

Kombinasi gaya hidup sedenter dan pola makan buruk ini akan memicu penumpukan lemak, terutama di area perut, yang merupakan pintu gerbang menuju obesitas dan sindrom metabolik (kumpulan kondisi yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung).

5. Penurunan Sistem Imun Tubuh

Jika Anda merasa jadi “gampang sakit”—mudah tertular flu, batuk, atau infeksi lainnya—sejak sering lembur, itu adalah pertanda sistem kekebalan tubuh Anda sedang melemah.

Mengapa ini terjadi? Kurang tidur adalah musuh utama sistem imun.

Saat Anda tidur, tubuh memproduksi sitokin, sejenis protein yang menargetkan infeksi dan peradangan.

Ketika Anda terus-menerus begadang untuk bekerja, produksi protein pelindung ini akan menurun drastis, membuat Anda rentan terhadap berbagai virus dan bakteri di sekitar Anda.

Jangan Tunggu Terlambat

Mendedikasikan diri pada pekerjaan memang penting, namun tidak ada pencapaian karier yang sepadan jika harus ditukar dengan kesehatan.

Mulailah untuk lebih menghargai sinyal yang diberikan tubuh Anda.

Belajarlah untuk menetapkan batasan yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Ingat, investasi terbaik bukanlah pada pekerjaan, melainkan pada kesehatan diri Anda sendiri.

Baca Juga: Kenapa Malam Minggu Tubuh Terasa Lelah? Mitos atau Fakta?

(*Mira)