16 Tahanan Aksi Demonstrasi Mogok Makan, Protes Penangkapan Aktivis

"16 tahanan di Rutan Polda Metro Jaya mogok makan sebagai protes atas penangkapan aktivis. Aksi ini diikuti Syahdan Husein dan para tahanan lain. "
16 tahanan di Rutan Polda Metro Jaya mogok makan sebagai protes atas penangkapan aktivis. Aksi ini diikuti Syahdan Husein dan para tahanan lain. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Sebanyak 16 tahanan di Rutan Polda Metro Jaya terkait kerusuhan demonstrasi akhir Agustus lalu melakukan aksi mogok makan.

Salah satunya adalah Syahdan Husein, admin Gejayan Memanggil.

Baca Juga: Besok! Pengemudi Ojek Online Gelar Demo di Istana, Minta Masyarakat Cari Transportasi Alternatif

Menurut kakak Syahdan, Sizigia Pikhansa, aksi mogok makan itu sudah dilakukan sejak Rabu, (11/9/2025).

“Sejak 11 September, Syahdan sudah mogok makan. Berarti per hari ini sudah seminggu. Ini sebagai bentuk protesnya dia atas penangkapan seluruh aktivis. Dia mengatakan akan mogok makan sampai seluruh tahanan politik dibebaskan,” kata Sizigia Pikhansa di Polda Metro Jaya, Rabu, (17/9/2025).

Sizigia mengungkapkan aksi mogok makan itu diikuti oleh para tahanan lainnya.

Ia menyebut total ada 16 tahanan yang ikut aksi mogok makan.

“Total 16 orang juga ikut mogok makan sebagai bentuk aksi dari penangkapan ini,” ucapnya.

Selain mogok makan, belasan tahanan itu juga menulis surat dari dalam sel tahanan yang ditujukan untuk rakyat Indonesia, Presiden Prabowo Subianto, dan DPR.

Informasi soal surat terbuka ini diunggah akun Instagram @bangsamahardika.

“Kami menerima surat dari aktivis muda yang ditahan karena tuduhan menjadi dalang dari rentetan demonstrasi di akhir Agustus lalu,” demikian keterangan dalam unggahan itu seperti dikutip, Kamis, (18/9/2025).

“Seorang kerabat dari salah satu tahanan menyampaikan surat ini dengan disertai kabar jika para aktivis muda melakukan aksi protes penahanan mereka dengan melakukan mogok makan di dalam tahanan,” lanjut unggahan itu.

Dalam surat terbuka kepada Prabowo, salah satu poin yang disampaikan adalah ketakutan rakyat terkait pemerintahan yang tidak mau mendengarkan aspirasi.

Surat itu juga menyatakan aksi mogok makan dilakukan agar Prabowo bisa membebaskan para tahanan.

“Kawan kami sedang mogok makan hari ke-6, dan kami pada tanggal 16 September 2025 akan mengikuti mogok makan. Dengan harapan Bapak Presiden terhormat mau ke lapas tahanan dan segera membebaskan kami semua,” demikian tertulis dalam surat tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, namun belum memberikan tanggapan terkait aksi mogok makan tersebut.