Semangat Asia-Pasifik Bergelora di Bandung, Wagub Jabar: Nilai Pramuka Jadi Panduan Hidup

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, memberikan sambutan dalam acara pembukaan Pertemuan ke-17 Persaudaraan Pandu Internasional (ISGF) kawasan Asia-Pasifik di Gedung Sate, Bandung.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, memberikan sambutan dalam acara pembukaan Pertemuan ke-17 Persaudaraan Pandu Internasional (ISGF) kawasan Asia-Pasifik di Gedung Sate, Bandung. Foto: HO/Faktakalbar.id

Wakil Gubernur juga menyoroti relevansi nilai-nilai kepramukaan dengan tema acara, ‘Festival of Diversity’.

“Relevansi kegiatan ini dengan nilai-nilai kebhinekaan, gotong royong, dan perdamaian dunia, sesuai dengan tema yang diusung ‘Festival of Diversity’ festival keberagaman bagi kita semua, (juga) tercermin dengan berbagai budaya yang terdapat di Jawa Barat, serta kekhasan budaya Sunda yang mewarnai kehidupan sehari-hari.” ujar Erwan Setiawan.

Bandung, Kota Sejarah yang Kembali Menjadi Pusat Peradaban

Erwan Setiawan menyampaikan bahwa Gedung Sate tidak hanya menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga bagian penting dari sejarah Indonesia.

Ia mengenang kembali Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 yang melahirkan semangat solidaritas di Gedung Merdeka, yang tak jauh dari lokasi acara.

“Hari ini, sejarah itu seolah berulang. Bandung kembali menjadi pusat pertemuan lintas negara, tempat berkumpulnya tokoh-tokoh pramuka dewasa, insan pengabdi serta duta-duta perdamaian dari berbagai belahan dunia. Saya yakin semangat kebersamaan dan persaudaraan yang dulu dikumandangkan di Gedung Merdeka, kini hidup kembali di Gedung Sate melalui pertemuan ini,” katanya penuh semangat.

Menurutnya, gerakan kepanduan lebih dari sekadar mendidik disiplin dan kemandirian.

Baca Juga: Wawako Bahasan Terima Lencana Darma Bakti dari Kwarnas Gerakan Pramuka

Nilai pramuka menjadi panduan hidup yang relevan di tengah berbagai tantangan global seperti perubahan iklim, krisis kemanusiaan, dan disrupsi teknologi.

“Pramuka mengajarkan kita untuk siap siaga dalam segala situasi, untuk menolong sesama tanpa membedakan bangsa, agama, atau pun latar belakang lainnya, serta untuk hidup sederhana, berakhlak mulia, dan peduli lingkungan. Semua itu sejalan dengan nilai-nilai universal yang juga diperjuangkan oleh dunia internasional dalam Sustainable Development Goals,” tegas Erwan.

Peran Pramuka Dewasa: Menginspirasi dan Membimbing Generasi Muda

Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso, dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakil Ketua Bidang Binawasa, Dr. Rahmansyah, menekankan peran krusial pramuka dewasa.

“Kita harus menjadi figur yang memberi semangat, membuka jalan, dan menunjukkan bahwa kepramukaan adalah wadah untuk tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang beradab dan berkarakter. Mari kita ciptakan suasana yang inklusif dan menyenangkan sehingga para remaja merasa bangga menjadi bagian dari Gerakan Pramuka,” tuturnya.

Acara yang berlangsung meriah ini juga dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Barat, Ketua Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda (Hipprada) masa bakti 2025-2030, Ahmad Rusdi, dan Ketua ISGF Kawasan Asia-Pasifik, Dr. Dr. Mariyam Shakeela.

Kehadiran tokoh nasional Prof. Dr. Haryono Suyono, yang lama memimpin Hipprada, juga disambut hangat oleh seluruh peserta.

Baca Juga: Bupati Ketapang: Pramuka Jadi Solusi Kurangi Ketergantungan Anak pada Smartphone

(*Red)