Panen Raya Jagung Hibrida Polsek Noyan Dorong Pemanfaatan Lahan Produktif

Kapolsek Noyan Iptu Gunawan Carda bersama warga saat memanen jagung hibrida dalam program ketahanan pangan di Desa Sungai Dangin, Sanggau.
Kapolsek Noyan Iptu Gunawan Carda bersama warga saat memanen jagung hibrida dalam program ketahanan pangan di Desa Sungai Dangin, Sanggau. (Dok. Polres Sanggau)

Kapolsek Noyan, Iptu Gunawan Carda, memimpin langsung kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa acara ini lebih dari sekadar panen.

“Terima kasih kepada seluruh unsur Forkopimcam dan masyarakat yang hadir pada kegiatan panen raya hari ini. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara Polri dan masyarakat dalam mengelola lahan produktif,” ujarnya.

Lahan demplot seluas satu hektare yang dikelola Polsek Noyan ini ditanami jagung hibrida yang siap panen setelah 117 hari.

Prosesnya melibatkan masyarakat secara aktif, mulai dari pengolahan lahan, pembuatan pupuk organik, perawatan, hingga pemanenan.

Baca Juga: Dari Lahan Satu Hektare, Subah Sambas Siap Perluas Sentra Jagung Lokal

Iptu Gunawan Carda menjelaskan bahwa keberhasilan panen ini membuktikan potensi besar lahan produktif jika dikelola dengan pendampingan intensif.

Jagung yang dipanen akan dimanfaatkan sebagai pakan ternak sekaligus menambah pasokan pangan bagi masyarakat.

“Polri siap mengawal dan melaksanakan program pemerintah, termasuk ketahanan pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden RI,” tegasnya.

Ia juga berharap panen raya ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Noyan.

“Ke depan, kami ingin kegiatan ini menjadi inspirasi bagi desa lainnya dalam memanfaatkan lahan untuk meningkatkan produksi jagung hibrida. Harapannya, hasilnya dapat mendukung kebutuhan lokal sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional,” ucap Iptu Gunawan Carda.

Program ini menegaskan peran Polri yang tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi, terutama di sektor pertanian.

Polres Sanggau berkomitmen untuk melanjutkan program serupa di berbagai desa, dengan harapan dapat memaksimalkan pencapaian swasembada pangan 2025 melalui pola pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Sulap Lahan Kritis Bekas Perkebunan Sawit, Pemkab Landak Buktikan Jagung Bisa Produktif

(*Red)