Faktakalbar.id, NASIONAL – Setelah bencana banjir besar melanda Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah antisipatif dengan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat.
Bencana di Bali dan NTT yang menelan 23 korban jiwa ini dipicu oleh cuaca ekstrem akibat fenomena gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuator, Kelvin, dan Madden Julian Oscillation (MJO).
Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Penanganan Banjir di Bali, BNPB Pastikan Bantuan untuk Korban
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa fenomena atmosfer pembawa cuaca ekstrem ini telah bergeser ke wilayah Jawa.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG, curah hujan tinggi akibat gelombang Rossby dan Kevin sudah tidak di area Bali, namun bergeser ke arah barat yaitu sekitar wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat,” jelas Suharyanto saat meninjau lokasi terdampak di Denpasar, Bali.
Ia menambahkan, pihaknya kini berkoordinasi dengan kepala daerah setempat untuk langkah kesiapsiagaan.
Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Bencana
Operasi modifikasi cuaca (OMC) bertujuan untuk mengurangi risiko banjir besar. Metode yang digunakan adalah menebarkan bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) atau Kalsium Oksida (CaO).
Tujuannya adalah meredistribusi curah hujan agar tidak turun di wilayah padat penduduk, melainkan di area perairan.
BMKG memprediksi musim hujan akan datang lebih cepat, ditandai dengan cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Baca Juga: Banjir Bali Surut, BNPB Fokus Cari Korban Hilang dan Percepat Pemulihan
Berdasarkan prakiraan, hujan lebat berpotensi terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta pada 12-14 September 2025, serta di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada 15-18 September 2025.
Beberapa wilayah diprediksi akan mengalami musim hujan di atas normal, seperti sebagian besar Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, serta beberapa wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.
OMC di Jawa Timur dan Jawa Barat
Sebagai langkah mitigasi, BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca di dua provinsi. Untuk Jawa Timur, operasi dimulai sejak Sabtu (13/9) hingga Selasa (16/9) menggunakan pesawat Cessna Caravan PK-DPI.
Bahan semai sebanyak 800 kg NaCl dan 1.600 kg CaO ditebar di wilayah Lamongan, Bojonegoro, Tuban, serta perairan selatan dan timur Banyuwangi.
















