Penelitian ini juga mencatat studi lain yang mendukung. Studi itu diterbitkan di British Journal of Sports Medicine.
Studi itu menemukan wanita yang melakukan aktivitas fisik intermiten (VILPA) rata-rata 3,4 menit per hari.
Baca Juga: Intermittent Fasting: Cara Efektif Menurunkan Berat Badan Tanpa Diet Ketat
Mereka memiliki kemungkinan 45 persen lebih rendah untuk mengalami masalah kardiovaskular. Selain itu, risiko serangan jantung juga menurun 51 persen. Risiko gagal jantung menurun hingga 67 persen.
Olahraga Singkat Bukan Pengganti Latihan Rutin
Meskipun demikian, ada catatan penting. Para peneliti memperingatkan bahwa manfaat olahraga ini tidak menggantikan latihan rutin.
Hal ini karena studi tersebut mengamati orang yang tidak berolahraga sama sekali. Hasilnya mungkin akan berbeda jika dilakukan pada orang yang sudah rutin berolahraga.
Baca Juga: Playlist Santai: 5 Lagu Bahasa Inggris Terbaik untuk Mengusir Insomnia
“Secara logika, memang masuk akal jika studi ini bisa memberikan manfaat kesehatan,” kata Stamatakis.
Namun, ia menekankan studi ini tidak bisa membuktikan hubungan kausalitas. Menurut rekomendasi NHS, orang dewasa usia 19-64 tahun disarankan berolahraga.
Setidaknya 150 menit intensitas sedang atau 75 menit aktivitas berat per minggu. Rekomendasi ini memberikan manfaat kebugaran optimal.
(*Drw)
















