Faktakalbar.id, NASIONAL – Pernyataan Fadli Zon yang menyebut perkosaan massal Mei 1998 sebagai ‘rumor’ dinilai telah menimbulkan trauma berganda bagi para korban dan penyintas.
Hal ini diungkapkan dalam konferensi pers yang digelar Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Impunitas pada Kamis (11/9/2025).
Baca Juga: Sangkal Tragedi ’98, Fadli Zon Digugat ke PTUN dengan Lima Tuntutan
Ita Fatia Nadia, yang sejak awal mendampingi para korban, menegaskan bahwa peristiwa tersebut adalah fakta sejarah yang nyata.
Ia menyebutkan, penyangkalan yang terus berulang, puncaknya oleh seorang pejabat negara, membuat para korban yang kini tersebar di berbagai negara merasa sangat terluka.
“Penyangkalan dan pengaburan fakta terus dilakukan hampir setiap tahun, dan puncaknya ketika Fadli Zon menyebut perkosaan massal Mei 1998 itu tidak ada,” ujar Ita.
Ia juga menyampaikan pesan dari para penyintas yang berterima kasih atas perjuangan masyarakat sipil di Indonesia. Meski masih membawa ingatan kelam, mereka berharap keadilan dapat ditegakkan agar peristiwa serupa tidak terulang.
















