Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Peristiwa Mei 1998 adalah salah satu babak paling krusial dalam sejarah modern Indonesia. Momen ini seringkali kita kenal melalui buku pelajaran, dokumenter, atau berita yang penuh dengan data dan kronologi.
Namun, untuk benar-benar memahami jiwa zaman, merasakan harapan, ketakutan, dan tragedi kemanusiaan di baliknya, fiksi sejarah menawarkan jendela yang unik.
Baca Juga: Sangkal Tragedi ’98, Fadli Zon Digugat ke PTUN dengan Lima Tuntutan
Melalui cerita, para penulis novel berhasil menghidupkan kembali suara-suara yang hilang, memberi wajah pada para korban, dan mengajak kita merenung lebih dalam.
Jika Anda ingin menyelami peristiwa 98 dari sudut pandang yang lebih personal dan manusiawi, berikut adalah beberapa rekomendasi novel yang wajib Anda baca.
1. Laut Bercerita oleh Leila S. Chudori
Bisa dibilang, ini adalah novel paling representatif dan kuat tentang hilangnya para aktivis mahasiswa menjelang runtuhnya Orde Baru.
Laut Bercerita akan membawa Anda ke dalam dua sudut pandang yang menyayat hati.
Novel ini mengisahkan tentang Biru Laut, seorang mahasiswa aktivis yang diculik dan disiksa bersama kawan-kawannya.
Separuh cerita dituturkan dari sudut pandang Laut, sementara separuh lainnya diceritakan oleh Asmara, adiknya, yang mewakili perjuangan keluarga mencari kejelasan nasib orang-orang yang dihilangkan paksa.
Leila S. Chudori berhasil mengubah data statistik tentang korban penculikan menjadi narasi yang personal dan emosional.
Anda tidak hanya akan marah pada ketidakadilan, tetapi juga merasakan persahabatan, cinta, dan idealisme para mahasiswa. Buku ini adalah pengingat kuat tentang harga mahal sebuah demokrasi dan luka yang belum sepenuhnya sembuh.
2. Pulang oleh Leila S. Chudori
Meskipun tidak berpusat sepenuhnya pada tahun 1998, novel Pulang memberikan konteks sejarah yang sangat penting untuk memahami mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi.
















