Ia menekankan, antrean yang terjadi bukanlah akibat kelangkaan, melainkan masalah teknis.
“Memang ada di beberapa titik terjadi sedikit permasalahan, tetapi itu sebenarnya bukan kelangkaan. Contoh di Desa Mekar Baru, di Desa Kapur, dan beberapa lainnya, itu bukan kelangkaan,” ujar Sujiwo.
Sujiwo menjelaskan, antrean terjadi karena adanya persoalan pada aplikasi pembelian, khususnya pada hari libur 5 September 2025.
“Kemarin ada permasalahan di aplikasinya. Karena membelinya itu pakai aplikasi dan aplikasinya sempat tidak berjalan, sehingga terjadi penumpukan,” terangnya.
Pihak dinas terkait telah berkomunikasi dengan Pertamina dan memastikan stok gas aman, sehingga masyarakat tidak perlu panik.
“Jangan terlalu panik menghadapi hal-hal seperti ini, gas aman,” tegasnya.
Sujiwo menambahkan, baik agen, SPBE, maupun Pertamina telah menyampaikan bahwa stok gas melon aman terkendali.
“Saya bersama jajaran dinas terkait terus melakukan pemantauan, memastikan elpiji itu sangat aman,” ungkapnya.
Baca Juga: Bakar Wangkang Resmi Masuk Kalender Wisata Kubu Raya 2026, Wabup Sukiryanto Dorong Jadi Ikon Budaya
Pemerintah daerah memberikan atensi khusus terhadap ketersediaan gas melon dan memastikan akan terus mengawal ketersediaannya.
“Kita pastikan aman dan Pertamina sudah menjamin. Kita akan kawal terus,” ucapnya.
(ra)
















