Cadangan energi ini tersimpan dalam bentuk lemak tubuh. Proses ini membantu tubuh membakar lemak. Pembakaran ini terjadi lebih efisien.
Dengan begitu, Anda bisa menurunkan berat badan tanpa perlu mengurangi kalori secara drastis.
Selain itu, intermittent fasting juga meningkatkan produksi hormon pertumbuhan. Hormon ini berperan dalam pembakaran lemak.
Baca Juga: 5 Tips Jitu Mengelola Stres Kerja agar Hidup Lebih Seimbang
Proses ini juga membantu mempertahankan massa otot. Oleh karena itu, Anda tidak hanya kehilangan berat badan. Anda juga menjaga metabolisme tetap tinggi.
7 Manfaat Intermittent Fasting untuk Kesehatan Tubuh
Selain membantu menurunkan berat badan, intermittent fasting memiliki banyak manfaat. Manfaat ini berdampak positif bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
- Meningkatkan Kesehatan Otak: Puasa berselang dapat meningkatkan produksi hormon BDNF. Hormon ini penting untuk pertumbuhan neuron otak.
- Mengurangi Peradangan: Metode ini terbukti dapat membantu mengurangi peradangan kronis. Peradangan kronis sering dikaitkan dengan banyak penyakit.
- Meningkatkan Sensitivitas Insulin: Dengan mengontrol kadar insulin, tubuh menjadi lebih sensitif. Hal ini membantu mencegah risiko diabetes tipe 2.
- Melindungi Jantung: Penelitian menunjukkan intermittent fasting bisa menurunkan kolesterol jahat. Kondisi ini membuat kesehatan jantung menjadi lebih baik.
- Memicu Perbaikan Sel (Autophagy): Saat berpuasa, tubuh memulai proses autophagy. Proses ini adalah pembersihan sel-sel tua.
- Membuat Pola Makan Sederhana: Dengan membatasi waktu makan, Anda tidak perlu repot. Anda bisa lebih fokus pada kualitas makanan yang dikonsumsi.
- Potensi Memperpanjang Usia: Beberapa penelitian awal menunjukkan puasa dapat memperpanjang umur. Hal ini melalui perbaikan sel dan genetik.
(*Drw)
















