Sikap kritis Vian inilah yang membuat rekan-rekannya meragukan ia meninggal karena bunuh diri.
“Kami melihat sesuatu yang tidak wajar. Ada kejanggalan dalam kematian Vian,” kata Efraim.
Senada dengan itu, Koordinator Aliansi Terlibat Bersama Korban Geothermal Flores, Felix Baghi, juga menyebut
“kematian Vian Ruma tidak wajar,” ungkap Felix
Para aktivis mendesak kepolisian untuk bekerja cepat dan transparan.
Mereka khawatir jika kasus ini tidak terselesaikan, akan timbul asumsi liar di masyarakat.
“Publik bisa mencari jalannya sendiri jika kematian seperti ini tidak diselesaikan,” tegas Efraim.
Kematian Vian terjadi di tengah kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan Flores sebagai ‘pulau panas bumi’ sejak 2017, dengan 16 titik potensial yang tersebar di seluruh pulau.
Hingga kini, Kapolres Nagekeo, Rachmad Muchamad Salihi, menyatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian Vian.
Baca Juga: 7 Jurus Jitu Tetap Bugar di Musim Hujan, dari Jaga Imun hingga Lawan Nyamuk DBD
(*Mira)













