Bukan Sekadar Begadang, Ini 7 Strategi Jitu Taklukkan Stres dan Drama Skripsi

"Merasa cemas, buntu, dan stres saat mengerjakan skripsi? Temukan 7 cara efektif untuk mengelola tekanan, menjaga kesehatan mental, dan menyelesaikan skripsi tepat waktu."
Merasa cemas, buntu, dan stres saat mengerjakan skripsi? Temukan 7 cara efektif untuk mengelola tekanan, menjaga kesehatan mental, dan menyelesaikan skripsi tepat waktu. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Selamat datang di fase “medan perang” terakhir bagi mahasiswa: skripsi.

Di satu sisi, ada semangat untuk segera lulus dan meraih gelar.

Baca Juga: Tips Jitu Bikin Resume dan Portofolio yang Bikin HRD Melirik

Di sisi lain, ada tumpukan jurnal, tuntutan revisi dari dosen pembimbing (dospem), dan tekanan untuk menyelesaikan semuanya tepat waktu.

Stres, cemas, dan rasa insecure melihat teman yang sudah sidang duluan adalah perasaan yang sangat wajar.

Skripsi bukan hanya pertarungan soal data dan argumen, tetapi juga soal ketahanan mental.

Mengelola stres bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan agar Anda bisa melewati proses ini dengan sehat dan selamat.

Berikut adalah 7 cara ampuh untuk mengelola stres saat Anda menjadi pejuang skripsi.

1. Pecah Gajah Menjadi Potongan Kecil
Melihat skripsi sebagai satu kesatuan utuh dari Bab 1 hingga kesimpulan bisa sangat mengintimidasi.

Alih-alih berpikir “saya harus menyelesaikan skripsi,” pecahlah tugas raksasa itu menjadi potongan-potongan super kecil yang bisa dikerjakan harian atau mingguan.

Misalnya, target hari ini adalah “mencari 5 jurnal referensi” atau “menulis satu paragraf di latar belakang”.

Dengan menyelesaikan tugas-tugas kecil ini, Anda akan merasakan progres nyata yang bisa meningkatkan motivasi dan mengurangi rasa cemas.

2. Buat Rutinitas Kerja yang Realistis
Jangan menunggu mood datang untuk mulai mengerjakan skripsi, karena bisa jadi mood itu tidak akan pernah datang.

Perlakukan skripsi seperti pekerjaan paruh waktu. Tentukan jam kerja yang realistis setiap hari, misalnya dari jam 9 pagi hingga 12 siang.

Saat “jam kerja” tiba, fokuslah hanya pada skripsi. Di luar jam itu, izinkan diri Anda untuk beristirahat.

Rutinitas yang konsisten akan membangun disiplin dan mencegah Anda dari kebiasaan menunda-nunda yang justru menambah stres.

3. Lawan Perfeksionisme dan Pikiran Negatif
“Tulisanku jelek,” “Penelitianku tidak penting,” atau “Kenapa aku tidak sepintar dia?” Pikiran-pikiran seperti ini adalah musuh terbesar Anda. Ingatlah prinsip emas para pejuang skripsi: “Skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai.”

Skrispsi Anda tidak harus menjadi karya pemenang Nobel, cukup penuhi standar kelulusan.

Terima bahwa revisi adalah bagian normal dari proses, bukan bukti kegagalan Anda. Alihkan fokus dari kesempurnaan ke kemajuan.