Faktakalbar.id, BANDA ACEH – Rabu (10/09/2025) – Ribuan petambak udang vaname di Provinsi Aceh terancam gulung tikar menyusul anjloknya harga jual komoditas tersebut secara drastis sejak awal Agustus.
Baca Juga: Harga CPO Melonjak, Dipicu Ekspektasi Ekspor Kuat dan Produksi yang Melambat
Krisis ini dipicu oleh penghentian sementara ekspor udang beku Indonesia ke pasar Amerika Serikat, yang merupakan tujuan utama ekspor.
Menanggapi situasi ini, politisi PDI Perjuangan asal Aceh, Masady Manggeng, mendesak pemerintah untuk segera turun tangan mencari solusi bagi para petambak yang terdampak.
“Saya berharap pemerintah mencari solusi,” harapnya, Selasa (09/09/2025).
Masady mengungkapkan, pabrik-pabrik besar di Medan yang selama ini menampung hasil panen dari petambak Aceh telah berhenti melakukan pembelian.
Akibatnya, harga udang di tingkat tambak anjlok dengan penurunan rata-rata antara Rp14.000 hingga Rp17.000 per kilogram.
Sebagai perbandingan, harga normal udang ukuran 30 ekor per kilogram seharusnya mencapai Rp74.000, namun kini para penampung hanya mampu membeli dengan harga Rp58.000 hingga Rp60.000.
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ketergantungan Indonesia pada pasar Amerika Serikat sangat tinggi.
Pada tahun 2024, dari total nilai ekspor udang sebesar USD 2,15 miliar, sekitar 65,3 persen atau USD 1,4 miliar dikirim ke AS.
















