Petani kecil yang tidak memiliki sumber daya untuk mencegah penyebaran Ganoderma menjadi kelompok yang paling rentan.
Baca Juga: Borneo Forum ke-8 di Pontianak Bahas Tata Kelola Sawit dan Ketahanan Pangan
Mohd Sharul Haizam Shafei, seorang petani di negara bagian Selangor, mengatakan sekitar dua hektar dari perkebunan keluarganya yang seluas 50 hektar telah terdampak.
Walaupun hanya satu pohon yang ditebang karena sudah mencapai tahap kritis.
Ganoderma, ‘Hukuman Mati’ Bagi Kelapa Sawit
Carl Bek-Nielsen, ketua Dewan Minyak Sawit Malaysia, menyatakan bahwa Ganoderma “ibarat hukuman mati” karena tidak ada obat atau pengobatan begitu pohon terinfeksi.
“Hasil panen akan segera mulai menurun secara progresif setelah infeksi, jadi hasil panen akan jauh lebih rendah di lahan yang terinfeksi,” jelas Bek-Nielsen.
Perusahaan besar juga tak luput dari masalah ini. Kuala Lumpur Kepong Berhad (KLKK.KL) melaporkan tengah memerangi penyakit ini di seluruh perkebunannya.
Sementara itu, FGV Holdings (FAGVF.PK) memberitahu Reuters bahwa sekitar 1% dari area tanam mereka terinfeksi pada tahun 2024.
Baca Juga: Kritik Keras Prabowo: Ironi Negara Produsen Sawit Terbesar Pernah Krisis Minyak Goreng
Meskipun begitu, dampak terhadap produksi TBS tahun ini diperkirakan di bawah 0,1% berkat intervensi yang berkelanjutan.
(*Red)















