Setelah kejadian, Goda Tohan bersama adiknya langsung memeriksa area sekitar rumah.
Mereka menemukan adanya bau bensin di dekat pintu samping dan jejak kaki yang tidak dikenal.
Temuan ini semakin menguatkan dugaan bahwa kebakaran tersebut memang disengaja dan merupakan aksi teror.
“Ini jelas bukan kebakaran biasa. Ada bau bensin dan jejak kaki di sekitar rumah. Saya menduga ini bentuk teror dan intimidasi. Apa yang terjadi tidak hanya mengancam saya, tetapi juga keluarga saya,” ungkap Goda Tohan, Rabu (3/9/2025).
Goda Tohan menambahkan bahwa selama ini ia memang aktif menyuarakan keresahan masyarakat, khususnya dalam mengkritisi maraknya peredaran narkoba di Air Upas.
Baca Juga: Dalam 8 Jam, Polres Ketapang Gulung Dua Jaringan Narkoba di Air Upas
Ia yakin kejadian ini adalah upaya untuk membungkam suaranya.
“Saya melihat kejadian ini sebagai bentuk teror, intimidasi dan pembungkaman terhadap sikap kritis saya,” pungkasnya.
(AF)
















