Menanggapi kondisi ini, BPBD Kabupaten Agam segera mendistribusikan air bersih kepada warga.
Kekeringan serupa juga melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Musim kemarau menyebabkan beberapa sumur warga mengering, mengakibatkan berkurangnya pasokan air bersih.
BPBD Kabupaten Demak merespons dengan mendistribusikan 3 tangki air bersih, total 15.000 liter, kepada 95 keluarga.
Baca Juga: BNPB: Banjir Rendam Banten, Karhutla di 4 Provinsi, dan Erupsi Lewotobi Masih Mengancam
Imbauan Pemerintah dan Warga Terkait Bencana
Menyikapi masih dominannya bencana hidrometeorologi kering di Indonesia, BNPB mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Pemerintah diharapkan untuk tetap waspada dan siaga akan potensi karhutla dan kekeringan, khususnya di provinsi yang menjadi prioritas utama penanganan karhutla,” demikian pernyataan dari BNPB.
Selain itu, BNPB juga mengingatkan agar pemerintah dan warga waspada terhadap ancaman bencana lain yang sering terjadi di tengah musim kemarau, seperti banjir dan angin puting beliung.
Kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering.
Baca Juga: BNPB: Cuaca Ekstrem Picu Bencana Serentak di 5 Provinsi, Warga Diimbau Waspada
















