- Kenaikan gaji tenaga pendidik (guru/dosen) dan UMR di Kalbar yang sangat rendah.
- Perbaikan regulasi terkait Pertambangan Tanpa Izin (PETI) dan pengusutan tuntas keterlibatan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam praktik tambang ilegal.
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kalbar yang selalu masuk 5 terbawah se-Indonesia.
- Peningkatan infrastruktur jalan, kesehatan, dan fasilitas sekolah yang tidak layak di perbatasan dan daerah terpencil.
- Kesetaraan akses internet dan listrik di pedalaman Kalbar.
- Mengusut tuntas kasus hukum yang mandek di Polda Kalbar.
- Menyelamatkan dan melindungi hutan adat dari eksploitasi.
- Memprioritaskan pembangunan daerah terpencil, tertinggal, dan terluar.
- Menghentikan pungutan liar (pungli) dan memberantas organisasi premanisme.
- Seruan untuk Gerakan Organik yang Damai
Baca Juga: AJI Pontianak Soroti Kekerasan dalam Aksi Demo, Ingatkan Aparat Kedepankan Pendekatan Humanis
BEM FISIP UNTAN juga mengecam berbagai upaya yang memanfaatkan demonstrasi untuk tujuan tidak bertanggung jawab, seperti penjarahan, perusakan fasilitas umum, hingga isu adu domba.
Mahasiswa diingatkan untuk tidak terpancing oleh provokasi oknum yang ingin mengacaukan gerakan organik.
“Sebagai mahasiswa, kita tidak boleh terpancing oleh adu domba yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengacaukan gerakan organik yang bertujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat,” ujar koordinat0r lapangan aksi BEM FISIP UNTAN dalam orasinya.
BEM FISIP UNTAN menyerukan agar gerakan demonstrasi tetap berjalan dengan damai, jauh dari tindakan anarkis, perpecahan, dan hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan banyak orang.
Mereka menekankan bahwa demonstrasi harus menjadi sarana yang benar untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, bukan ajang untuk perusakan dan kekacauan.
(*Red)
















