Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, dalam keterangannya di Jakarta pada hari Minggu, menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan wujud komitmen partai untuk selalu berpihak pada suara rakyat.
“Bahwa sesungguhnya aspirasi masyarakat harus tetap menjadi acuan utama dalam perjuangan Partai NasDem,” kata Hermawi.
Lebih lanjut, Hermawi menyampaikan belasungkawa mendalam dari Partai NasDem atas wafatnya sejumlah warga negara dalam insiden yang terjadi baru-baru ini saat mereka berupaya menyuarakan aspirasinya.
Baca Juga: Sahroni Sebut Pendemo Anarkis di Bawah Umur ‘Brengsek’, Serukan Polisi Penjarakan Anak-Anak
Menurutnya, setiap pernyataan dari wakil rakyat yang menyinggung perasaan publik adalah sebuah penyimpangan dari nilai-nilai perjuangan partai.
“Pernyataan para wakil rakyat yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat merupakan penyimpangan terhadap perjuangan Partai NasDem,” tegasnya.
Hermawi juga mengingatkan kembali bahwa esensi perjuangan partai adalah perwujudan dari semangat kerakyatan yang selaras dengan tujuan nasional bangsa, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam konstitusi.
“Perjuangan Partai NasDem sesungguhnya merupakan kristalisasi dan semangat kerakyatan yang senantiasa bertumpu pada tujuan nasional bangsa Indonesia, sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945,” ujar Hermawi.
Sebelum keputusan ini, Ahmad Sahroni telah lebih dulu dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Insiden ini juga diwarnai dengan perusakan dan penjarahan yang menimpa kediaman Sahroni di kawasan Tanjung Priok, Jakarta, oleh sekelompok massa.
Keputusan NasDem nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach menjadi puncak dari rentetan peristiwa tersebut.
Baca Juga: Buntut Pernyataan ‘Orang Tolol’, Rumah Ahmad Sahroni Digeruduk dan Dirusak Massa
(*Red)
















