BNPB: Banjir Rendam Banten, Karhutla di 4 Provinsi, dan Erupsi Lewotobi Masih Mengancam

Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang Selatan, Provinsi Banten pada Kamis (28/8/2025). Kondisi terkini per Jumat (29/8) banjir sudah dilaporkan surut. Sumber Foto: BPBD Kabupaten Tangerang Selatan
Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang Selatan, Provinsi Banten pada Kamis (28/8/2025). Kondisi terkini per Jumat (29/8) banjir sudah dilaporkan surut. Sumber Foto: BPBD Kabupaten Tangerang Selatan

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru mengenai serangkaian bencana alam di Indonesia yang terjadi dalam periode 24 jam terakhir.

Laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) per (30/8/2025) menunjukkan delapan kejadian menonjol, mulai dari banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gempa bumi, hingga erupsi gunung berapi.

Baca Juga: BNPB Kerahkan Helikopter Black Hawk untuk Padamkan Karhutla di Aceh Selatan

Menurut laporan tersebut, dalam kurun waktu (29/8) pukul 07.00 WIB hingga (30/8) pukul 07.00 WIB, tercatat sebanyak delapan kejadian dikategorikan menonjol atau berdampak signifikan, baik kejadian baru maupun hasil dari perkembangan data di lapangan.”

Banjir di Banten Akibat Hujan Deras

Dua peristiwa banjir baru dilaporkan terjadi di Provinsi Banten akibat curah hujan tinggi pada (28-29/8/2025).

Banjir pertama melanda Kota Tangerang Selatan, berdampak pada 985 Kepala Keluarga (KK) dengan 985 unit rumah terendam. Saat ini, kondisi air dilaporkan telah surut.

Banjir kedua terjadi di Kota Tangerang, yang menyebabkan “162 jiwa harus mengungsi dan 150 unit rumah terdampak.” Penanganan darurat di lokasi ini masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Update Karhutla, Gempa, dan Erupsi Vulkanik

Selain banjir, BNPB juga memberikan pembaruan data untuk enam bencana yang telah terjadi sebelumnya. Berikut rinciannya:

  • Karhutla Kalimantan Barat: Kebakaran masih berlangsung dengan total luas lahan terbakar mencapai ±11.258,61 hektare sejak Januari 2025. Status Tanggap Darurat telah diberlakukan dan 4.409 titik panas terpantau.
  • Gempa Papua: Gempa magnitudo 6,3 di Kabupaten Sarmi pada 12 Agustus 2025 telah mengakibatkan “dampak pada sekitar 106 KK, dengan 8 rumah rusak berat dan 98 rumah rusak ringan.”
  • Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki (NTT): Aktivitas vulkanik masih tinggi, ditandai dengan lontaran lava pijar. Sejak November 2024, bencana ini telah menyebabkan 10 korban jiwa dan berdampak pada 3.175 jiwa lainnya.
  • Karhutla di Provinsi Lain: Kebakaran lahan juga masih menjadi perhatian di Kalimantan Tengah (943,14 ha), Riau (1.822,51 ha), dan Jambi (448,73 ha), dengan status siaga dan transisi darurat di masing-masing wilayah.

Analisis BMKG: Penyebab Hujan di Musim Kemarau

Meskipun Indonesia berada dalam periode musim kemarau, hujan masih mengguyur wilayah Jabodetabek. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena ini.