Menurutnya, penambahan jabatan ini adalah bentuk kepercayaan besar dari pimpinan negara.
“Pertama menyampaikan selamat kepada Pak Menteri yang dipercaya oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Kepala Badan Industri Mineral, berarti tambah jabatan tambah kepercayaan,” kata Sofyan.
Ia juga mengaitkan kepercayaan tersebut dengan tambahan anggaran signifikan sebesar Rp 5,5 triliun yang diterima oleh Kemendiktisaintek.
Baca Juga: Wakil Menteri Rangkap Komisaris BUMN, Ini Daftar Lengkapnya
Sofyan berkelakar bahwa kementerian ini sangat “disayang” sehingga permintaan anggaran tambahan pun kemungkinan besar akan selalu dipenuhi.
“Tidak heran angka kita, Pak Menteri, Kementerian Diktisaintek dapat tambahan anggaran Rp 5,5 triliun, selamat, ini kepercayaan. Kalau minta tambahan Rp 5,9 triliun, mungkin masih bisa dapat karena disayang, Pak,” ujarnya.
Sindiran Sofyan tidak berhenti di situ. Ia kemudian menyoroti posisi baru yang juga diemban oleh Wakil Menteri, Stella Christie, sebagai Komisaris di PT Pertamina.
Dengan nada menyindir, ia menyebut Kemendiktisaintek sebagai kementerian yang “hebat” karena pimpinannya berhasil menduduki jabatan penting lainnya yang disertai dengan penghasilan yang menurutnya lumayan.
“Hebat ini di Kementerian Diktisaintek ini, Wakil Menteri Mbak Stella dapat juga, ya Wakil Menteri dia dapat jadi Komisaris PT Pertamina, berarti gajinya lumayan itu,” tuturnya.
Di akhir pandangannya, Sofyan membandingkan kondisi tersebut dengan posisi anggota dewan yang menurutnya selalu mendapat sorotan negatif dari publik, terutama terkait gaji dan harta kekayaan.
Baca Juga: Pendidikan Indonesia Terancam Ketimpangan, DPR Desak Perbaikan Kualitas Guru
Kritik Sofyan Tan ini menyoroti isu rangkap jabatan pimpinan Kemendiktisaintek yang terjadi di tengah perhatian publik terhadap para pejabat negara.
“Kalau kami wakil rakyat selalu dihujat ya, disorot, dari rumah jadi nggak punya rumah sekarang,” imbuh Sofyan.
(*Red)












