“Sungai Sambas adalah nadi masyarakat, termasuk biota sungai yang jadi potensi alam. Kini rusak karena PETI. Pemda dan DPRD seharusnya segera bersikap, bukan membiarkan kepala desa sendiri yang melapor ke Polda. Lalu, di mana peran wakil rakyat?” ujarnya.
Farhan menegaskan, mahasiswa dan pemuda akan terus mengawal persoalan ini.
“Kami mendukung penuh agar masalah ini segera diselesaikan. Sungai Sambas adalah masa depan masyarakat, tidak boleh dibiarkan hancur,” pungkasnya.
(DNS)
















