Terminal Kijing Berbenah, Targetkan Jadi Hub Logistik di Kalimantan

Aktivitas bongkar muat di Terminal Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, yang diproyeksikan menjadi hub logistik masa depan di Pulau Kalimantan.
Aktivitas bongkar muat di Terminal Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, yang diproyeksikan menjadi hub logistik masa depan di Pulau Kalimantan. (Dok. Instagram/@wika.kijing)

Kontribusi terbesar datang dari komoditas curah kering sebesar 965 ribu ton, disusul curah cair 759 ribu ton, dan general cargo (seperti karet, bungkil, dan kayu lapis) sebanyak 328 ribu ton.

Momentum pertumbuhan ini diperkirakan akan semakin kuat dengan adanya proyek pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) oleh PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) serta rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sekitarnya.

Tantangan Menuju Status Hub Internasional

Meskipun memiliki potensi besar, ambisi menjadikan Terminal Kijing sebagai hub logistik dihadapkan pada beberapa tantangan.

Berdasarkan masukan dari para pelaku pelayaran internasional, ada dua isu utama yang perlu segera diatasi.

Salah satu keluhan utama adalah terkait kondisi bunkering atau pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal.

Selain itu, biaya layanan pandu-tunda (pilotage) dinilai relatif tinggi karena adanya pengenaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Baca Juga: Pelabuhan Pontianak Simpul Kemajuan Ekonomi Kalbar

Kedua isu ini berada di luar kewenangan langsung Pelindo, melainkan melibatkan Pertamina untuk urusan BBM dan Kementerian Perhubungan terkait PNBP.

Agar Terminal Kijing dapat benar-benar menjadi pemain utama di tingkat regional, kehadiran dan intervensi negara untuk mengatasi kendala-kendala tersebut sangat diharapkan.

(*Red)