Faktakalbar.id, JAKARTA – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi X DPR RI dan Badan Pusat Statistik (BPS) diwarnai kritik tajam terkait rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 yang mencapai 5,12% (yoy).
Sejumlah politisi mempertanyakan validitas data tersebut saat Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, justru mengajukan usulan tambahan anggaran untuk tahun 2026.
Baca Juga: Presiden Prabowo Siapkan Enam Paket Stimulus untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi di 2025
Keraguan DPR Atas Data BPS
Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Gerindra, La Tinro La Tunrung, menyuarakan keprihatinannya atas keraguan publik terhadap data yang dirilis BPS.
















