Laporan Terkini BNPB: Banjir dan Karhutla Landa Sejumlah Wilayah Indonesia

Banjir yang merendam wilayah Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (24/8/2025). Sumber Foto: BPBD Kabupaten Lingga
Banjir yang merendam wilayah Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (24/8/2025). Sumber Foto: BPBD Kabupaten Lingga

Faktakalbar.id, NASIONAL – Memasuki pekan terakhir bulan Agustus 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data serangkaian bencana alam yang melanda berbagai wilayah di Indonesia.

Laporan yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga Selasa (26/8/2025) pagi menunjukkan bahwa banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi kejadian dominan, dengan penanganan bencana terkini yang masih terus diupayakan oleh tim gabungan di lapangan.

Baca Juga: Laporan Terkini BNPB: Rentetan Bencana Hidrometeorologi Melanda Berbagai Provinsi

Banjir Rendam Puluhan Rumah di Kabupaten Lingga

Salah satu wilayah yang terdampak adalah Dusun I, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu (24/8) menyebabkan air sungai meluap dan merendam permukiman warga.

“Peristiwa ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan meluapnya air sungai hingga merendam pemukiman warga dengan tinggi muka air berkisar antara 30 hingga 90 cm.”

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lingga, banjir ini berdampak pada puluhan kepala keluarga.

“Tercatat dampak bencana meliputi 22 kepala keluarga atau 65 jiwa serta 20 unit rumah warga terendam. Tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa ini.”

Meskipun banjir dilaporkan mulai surut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Polres Lingga, dan Koramil Dabo Singkep masih bersiaga.

Baca Juga: Laporan BNPB: Rentetan Bencana Alam dari Karhutla Hingga Cuaca Ekstrem Landa Sejumlah Wilayah

Pihak Polres juga telah mendirikan tenda darurat sebagai langkah antisipasi jika terjadi banjir susulan.

Karhutla Melanda Aceh dan Sumatera Barat

Di waktu yang hampir bersamaan, bencana kebakaran lahan terjadi di dua provinsi berbeda.

Di Desa Cot Rambong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, api melalap sekitar lima hektar lahan pada Minggu (24/8).

Penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.

Tim gabungan menghadapi sejumlah tantangan dalam proses pemadaman.

“Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan sumber air, akses jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, serta arah angin yang kerap berubah-ubah sehingga menyulitkan proses penanganan.”

Sementara itu, di Nagari Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kebakaran serupa menghanguskan kurang lebih lima hektar lahan pada Senin (25/8).

Cuaca panas diduga menjadi pemicu munculnya titik api.

Baca Juga: Laporan Terkini BNPB: Kebakaran Hutan, Banjir Rob, dan Angin Kencang Landa Indonesia

Petugas di lapangan juga melaporkan kesulitan akses menuju lokasi.

“Akses menuju titik api yang sulit, terjal, dan jauh menyulitkan tim di lapangan. Namun, BPBD Kabupaten Tanah Datar terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pendataan dan pemantauan.”

Banjir di Sulawesi Utara, Ratusan Keluarga Terdampak

Bencana banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Nuangan Selatan, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, pada Senin (25/8) malam.

Hujan lebat memicu genangan air yang meluas hingga ke tiga dusun di desa tersebut.

“Berdasarkan data sementara, sekitar 100 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan rincian 45 KK di Dusun I, 39 KK di Dusun II, serta 16 KK di Dusun III. Kerugian materil masih dalam proses pendataan.”

BPBD setempat bersama TNI/POLRI, PMI, dan masyarakat terus melakukan penanganan bencana terkini dengan memantau kondisi lapangan dan bersiaga menghadapi potensi banjir susulan.

BNPB mengimbau masyarakat di seluruh wilayah terdampak untuk selalu waspada.

Baca Juga: Laporan BNPB: Banjir di 3 Wilayah dan Angin Kencang Terjang Banten Hingga Lampung

Warga di sekitar bantaran sungai diminta segera mengungsi jika debit air meningkat, sementara masyarakat di area rawan karhutla diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

(*Red)