Kunci Pengembangan Kawasan Yuka: Wali Kota Pontianak Tekankan Kolaborasi dan Kearifan Lokal

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka pelatihan penggerak kawasan Yuka Gerakan Pembaharu.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka pelatihan penggerak kawasan Yuka Gerakan Pembaharu. (Dok. Ist)

Ia memastikan bahwa pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik agar warga mendapatkan kepastian hukum atas lahan yang mereka tempati.

Baca Juga: Pemkot Pontianak Resmi Terapkan KKPD, Wujudkan Pengelolaan Keuangan Modern dan Transparan

Sejalan dengan itu, Pemkot Pontianak juga tengah menyiapkan beberapa program strategis lainnya.

Program tersebut mencakup pengelolaan air limbah, pengembangan kampung kreatif berbasis potensi lokal, serta pembukaan destinasi wisata baru di sekitar waterfront Yuka untuk meningkatkan daya tarik kawasan.

“Kuncinya adalah kolaborasi. Masyarakat harus diberdayakan sesuai potensi lokalnya, apakah itu melaut, bertani, atau kerajinan. Pemerintah akan memfasilitasi sehingga kampung bisa menjadi destinasi inspiratif,” tambahnya.

Pelatihan yang diinisiasi oleh Ashoka Indonesia bersama sejumlah mitra strategis ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Agustus 2025.

Ketua Panitia, Octavia Shinta Aryani, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mewujudkan pengembangan Kawasan Yuka sebagai kampung percontohan yang berbasis kolaborasi.

Baca Juga: Optimalisasi Pajak Daerah, Pemkot Pontianak Dorong Transaksi Digital Lewat QRIS

Kegiatan ini diikuti oleh 25 warga Yuka yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, seperti ketua RT/RW, perempuan penggerak, pemuda, hingga pelajar.

Mereka akan didampingi oleh 13 pendamping komunitas untuk memastikan keberlanjutan program.

“Kami sudah melakukan survei awal, dan di Kampung Yuka harapan itu sangat besar karena masyarakatnya masih mau bergotong royong. Itulah kekuatan kami, karena tidak bisa bekerja sendiri, tapi bersama-sama,” pungkas Octavia.

(*Red/Prokopim/Kominfo)