Sinergi Ekonomi Lokal: Bagaimana Model Bisnis Mayawana Persada Mengakar pada Pemberdayaan Komunitas

"model-bisnis-mayawana-persada-berbasis-komunitas-lokal"
Masyarakat lokal beraktivitas di lokasi pembibitan (kiri). Dan Sesi penyampaian materi di ruang kelas Fiber Learning Academy (kanan). (Dok. Kolase - RDL/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, KETAPANG – Di tengah lanskap industri kehutanan, sebuah model bisnis yang mengintegrasikan pertumbuhan perusahaan dengan kemajuan komunitas secara sistematis mulai terbentuk.

Mayawana Persada tidak menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai program sampingan, melainkan sebagai inti dari strategi operasionalnya.

Hal ini tercermin jelas pada data ketenagakerjaan mereka, di mana garis antara perusahaan dan masyarakat lokal menjadi semakin membaur.

Fakta di lapangan berbicara lebih kuat dari pernyataan visi. Data per (30/04/2025) menunjukkan bahwa tiga dari empat karyawan di perusahaan ini adalah putra-putri daerah Kalimantan Barat, sebuah komposisi yang mencapai 76% dari total tenaga kerja internal.

Baca Juga: Dari Warga Lokal Menjadi Profesional: Model Pengembangan SDM di Fiber Learning Academy Mayawana Persada

Angka ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kebijakan rekrutmen yang secara sadar memprioritaskan talenta dari lingkungan terdekat.

Dampaknya tidak berhenti di gerbang perusahaan. Efek domino ekonomi tercipta melalui kemitraan strategis dengan lima kontraktor lokal.

Kolaborasi ini menyuntikkan vitalitas ekonomi dengan menciptakan sedikitnya 457 lapangan kerja tambahan.

Secara kolektif, ekosistem bisnis yang dibangun Mayawana Persada secara langsung menopang lebih dari 750 keluarga di sekitar wilayah operasionalnya.

Mencetak Talenta, Bukan Sekadar Mengisi Posisi

Investasi perusahaan pada sumber daya manusia lokal melampaui sekadar rekrutmen. Di Fiber Learning Academy, para talenta ini tidak hanya dilatih, tetapi juga dibentuk.

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id