Liput Situasi di Perbatasan Zikim, Jurnalis Palestina Gugur Ditembak Tentara Israel

Ilustrasi - Juru kamera TV Palestina, Khaled al-Madhoun, menjadi jurnalis ke-240 yang tewas di Jalur Gaza saat menjalankan tugas peliputan di tengah konflik yang sedang berlangsung. (Dok. Press Freedom Group)
Ilustrasi - Juru kamera TV Palestina, Khaled al-Madhoun, menjadi jurnalis ke-240 yang tewas di Jalur Gaza saat menjalankan tugas peliputan di tengah konflik yang sedang berlangsung. (Dok. Press Freedom Group)

Mereka menyebut tindakan ini sebagai upaya sistematis untuk membungkam suara kebenaran dari Gaza.

“Menargetkan jurnalis merupakan kejahatan yang berkelanjutan dalam upaya mengaburkan kebenaran, tetapi tindakan itu tidak akan mampu mematahkan tekad para pahlawan media Palestina yang terus menjalankan misi mereka meskipun menghadapi segala risiko.” tulis keterangan Sindikat Jurnalis Palestina.

Sindikat Jurnalis Palestina menambahkan bahwa dengan gugurnya al-Madhoun, jumlah jurnalis Palestina tewas di Jalur Gaza sejak eskalasi konflik pada 7 Oktober 2023 telah mencapai angka 240 orang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini.

Baca Juga: Misi Bantuan ke Gaza Diserang, Israel Culik Greta Thunberg dan Aktivis Lainnya

Konflik skala besar di Jalur Gaza dipicu oleh serangan Hamas ke wilayah Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menurut otoritas Israel mengakibatkan 1.200 orang tewas dan 251 lainnya disandera.

Serangan balasan Israel ke Jalur Gaza, menurut data dari otoritas kesehatan setempat, telah menyebabkan lebih dari 62.100 warga Palestina meninggal dunia dan mengakibatkan kehancuran infrastruktur yang masif.

(*Red)