BPBD Kabupaten Serdang Bedagai bersama tim gabungan dan masyarakat setempat langsung turun tangan.
Mereka bergotong royong untuk memperbaiki material rumah warga yang rusak akibat terjangan angin.
Baca Juga: Laporan Terkini BNPB: Kebakaran Hutan, Banjir Rob, dan Angin Kencang Landa Indonesia
Ancaman Karhutla di Sumatra
Masih di Pulau Sumatra, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga terjadi di dua lokasi berbeda.
Di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatra Utara, lahan seluas 40 hektar di Kecamatan Halongonan terbakar pada Sabtu (23/8) siang.
Penyebab kebakaran ini masih dalam tahap penyelidikan. Tim BPBD setempat berhasil memadamkan api secara manual menggunakan gepyok dan pompa punggung.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, pada hari yang sama. Kebun kakao seluas dua hektar di Kecamatan Babussalam ludes terbakar.
BPBD Kabupaten Aceh Tenggara segera mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk mengatasi api, dan kebakaran berhasil dipadamkan.
Baca Juga: Laporan BNPB: Banjir di 3 Wilayah dan Angin Kencang Terjang Banten Hingga Lampung
Imbauan Kesiapsiagaan dari BNPB
Menanggapi rentetan kejadian ini, BNPB memberikan imbauan serius kepada pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Indonesia.
“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dengan menjaga kebersihan lingkungan, memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik, memangkas material dahan yang mudah patah pada pohon rimbun, serta tidak melakukan aktivitas pembakaran.”
Lebih lanjut, BNPB juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mitigasi bencana.
“Apabila melihat titik api, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada petugas berwenang guna mencegah api meluas. Masyarakat dianjurkan untuk aktif memantau informasi peringatan dini cuaca dari instansi terkait serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan petugas di lapangan apabila terjadi situasi darurat bencana.”
(*Red)
















