Opini  

MASIHKAH KITA LAPAR?

Mei Purwowidodo
Mei Purwowidodo. (Dok. Faktakalbar.id)

Harga gabah tak sebanding dengan peluh yang menetes setiap hari.

Kita masih lapar bukan semata karena kurangnya padi, tetapi karena sistem yang tak kunjung adil bagi petani.

Mereka yang memberi makan bangsa, justru seringkali kesulitan mengisi dapurnya sendiri.

Jika hamparan padi yang menguning hanya jadi pemandangan, tanpa keberpihakan pada petani, maka perut bangsa ini akan terus menanggung lapar yang panjang.

Baca Juga: Merawat Pancasila, Merawat Kalbar: Refleksi Pelantikan DPD IKAL Kalimantan Barat Masa Bakti 2025–2030

Oleh: Mei Purwowidodo

*Disclaimer: Tulisan ini adalah opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan serta kebijakan redaksi Faktakalbar.id. Seluruh isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.