Dalam Konferensi Pers RAPBN 2026 dan Nota Keuangan akhir pekan lalu, Sri Mulyani secara lugas menyatakan bahwa kapasitas anggaran belum memungkinkan untuk menaikkan gaji abdi negara.
“Gaji (PNS) kita melihat belum ada fiscal space tahun 2026 mayoritas program prioritas nasional,” tegas Sri Mulyani, dikutip pada Senin (18/8/2025).
Sebagai informasi, pemerintah merencanakan total belanja negara dalam APBN 2026 sebesar Rp3.786,5 triliun.
Di sisi lain, target penerimaan negara ditetapkan sebesar Rp3.147 triliun.
Dengan postur tersebut, APBN 2026 akan mengalami defisit sebesar Rp638,8 triliun atau setara dengan 2,48% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca Juga: APBN 2026: Anggaran Badan Gizi Nasional Lampaui Pertahanan, Fokus Utama pada Makanan Bergizi Gratis
Dengan demikian, wacana kenaikan gaji PNS 2026 belum menjadi prioritas pemerintah di tengah alokasi anggaran yang ketat untuk mendanai program-program strategis lainnya.
Para ASN diimbau untuk menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah seiring dengan dinamika kondisi fiskal negara.
(*Red)
















