Jojo, Orangutan 25 Tahun Rasakan Kebebasan di Enclosure Semi-Liar Ketapang

Jojo, orangutan berusia lebih dari 25 tahun, menikmati suasana hutan semi-liar setelah dua dekade hidup dalam kurungan di Ketapang. (Dok. Instagram/@iar_indonesia)
Jojo, orangutan berusia lebih dari 25 tahun, menikmati suasana hutan semi-liar setelah dua dekade hidup dalam kurungan di Ketapang. (Dok. Instagram/@iar_indonesia)

Saat pertama kali keluar ke enclosure, Jojo sempat ketakutan. Ia hanya berani keluar sebentar lalu kembali ke kandangnya. Tapi perlahan, ia mulai percaya diri dan kini mulai menjelajah pohon-pohon di sekitarnya,” ujarnya.

Enclosure yang dibangun sejak 2022 ini juga diperuntukkan bagi orangutan lain yang tidak bisa kembali ke alam liar karena faktor kesehatan atau disabilitas.

Monte dan Jimo, dua orangutan lain, dijadwalkan akan menempati area tersebut.

Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, mengapresiasi inisiatif YIARI.

Enclosure ini merupakan salah satu bentuk solusi nyata dari komitmen jangka panjang terhadap orangutan yang memiliki keterbatasan fisik atau kesehatan sehingga sulit untuk dilepasliarkan. Dengan adanya enclosure ini, kita dapat memastikan kesejahteraan satwa dilakukan secara optimal, sekaligus mendukung kerja konservasi orangutan maupun satwa liar lainnya di tingkat tapak,” katanya.

(fd)