Pengolahan tanah sudah dimulai, dan ditargetkan pada akhir Agustus sudah bisa dilakukan penanaman awal.
“Selain sekolah gratis, kita ingin sekolah juga bisa memberikan uang saku untuk guru dan murid. Bahkan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.
Hoerruddin optimistis produksi bisa mencapai 6 ton per hektare, mengacu pada arahan penyuluh pertanian lapangan (PPL).
Baca Juga: Sambas Targetkan 975 Ton Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Harga jual ditargetkan Rp5.500 per kilogram sesuai Instruksi Presiden (Inpres).
“Sudah ada pembeli yang siap, seperti Bulog, Koperasi Berkah Berkemajuan Abadi dan rekan-rekan lainnya,” pungkasnya.
(DNS)
















