Diduga Dibekingi Oknum, Tambang Emas Ilegal Menggerogoti Sungai Sekadau

"Tambang Emas Ilegal Sekadau"
Aktivitas tambang emas ilegal di Sekadau telah mencemari Sungai Sekadau dan mengancam mata pencaharian petani keramba. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Semakin hari jumlahnya bertambah, seperti ternak ikan yang berkembang biak. Tidak ada penindakan tegas,” tegasnya.

Pencemaran sungai kini berdampak langsung pada keramba ikan milik warga. Iwan mengaku, dari total 2.000 ekor ikan yang ia pelihara, kini hanya tersisa sekitar 800 ekor.

“Setiap hari ada ikan mati. Air sudah tercemar berat limbah tambang,” keluhnya.

Ia pun menyesalkan lambannya respons pemerintah daerah maupun APH terhadap keluhan warga selama ini.

Baca Juga:Ribuan Ikan Mati Akibat Limbah PETI, Petani Keramba Sekadau Kirim Pesan untuk Presiden Prabowo

“Seolah pemerintah dan aparat tutup mata dan telinga terhadap teriakan masyarakat,” pungkasnya.

Dugaan keterlibatan oknum tertentu membuat masyarakat semakin pesimis akan adanya penegakan hukum yang adil. Aktivitas PETI di Sekadau tidak hanya mengancam lingkungan dan mata pencaharian warga, tetapi juga memicu kerusakan ekosistem yang berpotensi permanen jika tidak segera dihentikan.

(*Red)