Faktakalbar.id, NASIONAL – Tingkat kemiskinan nasional diperkirakan akan meningkat seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi dan melonjaknya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi secara masif sepanjang semester pertama 2025.
Kepala Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Abra Talattov, mengungkapkan bahwa jumlah tenaga kerja yang terkena PHK terus meningkat selama tiga tahun terakhir.
Sepanjang Januari hingga Juni 2025, angka PHK tercatat sebanyak 42.385 orang atau naik 52,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 32.064 orang.
Bahkan jika dibandingkan dengan tahun 2023, angka PHK meningkat sebesar 21,5% dari 26.400 orang.
“Jadi memang ada kecenderungan jumlah PHK di Indonesia yang terus meningkat, nah kalau kita lihat secara provinsi juga khususnya di jumlah populasi besar seperti di Pulau Jawa, ini juga jumlah PHK-nya tinggi dan ini kan pada jenderalnya tidak ada resiko untuk mengerek naik tingkat kemiskinan di Indonesia,” ujar Abra dalam diskusi publik, Selasa (29/07/2025).
Abra juga menyoroti potensi melambatnya penciptaan lapangan kerja baru baik di tingkat nasional maupun global.
Berdasarkan data Organisasi Buruh Internasional (ILO), penciptaan tenaga kerja global diproyeksikan menurun dari 1,7% (60 juta pekerja) menjadi 1,5% (53 juta pekerja).
















