Tarif Impor AS Naik, Akankah Harga iPhone di Indonesia Turun? Ini Faktanya

Ilustrasi iPhone - Perubahan kebijakan tarif impor antara AS dan Indonesia tidak berdampak langsung pada harga jual iPhone di pasar domestik karena kompleksitas rantai pasok global. (Dok. Ist)
Ilustrasi iPhone - Perubahan kebijakan tarif impor antara AS dan Indonesia tidak berdampak langsung pada harga jual iPhone di pasar domestik karena kompleksitas rantai pasok global. (Dok. Ist)

Ancaman tarif super tinggi dari AS terhadap produk China membuat posisi Apple terhimpit, sehingga perusahaan tersebut gencar melakukan diversifikasi fasilitas produksi ke negara lain, salah satunya India.

Saat ini, fasilitas produksi iPhone di India memiliki fokus yang sangat spesifik, yaitu untuk melayani permintaan dari pasar Amerika Serikat secara eksklusif.

Hal ini menandai pergeseran strategi, di mana sebelumnya pabrik iPhone di India juga memproduksi unit untuk pasar negara lain seperti Belanda, Ceko, dan Inggris.

Pergeseran fokus ini tercermin jelas dalam data ekspor terbaru.

Sepanjang periode Maret hingga Mei 2025, Foxconn tercatat telah mengekspor iPhone senilai US$3,2 miliar dari India. Dari jumlah tersebut, sebanyak 97% di antaranya dikapalkan langsung ke Amerika Serikat.

Angka ini menunjukkan lonjakan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Smartphone Akan Punah? ChatGPT dan Jony Ive Kolaborasi Ciptakan Perangkat AI Pengganti Smartphone Masa Depan

Dengan demikian, meskipun ada perubahan kebijakan tarif antara AS dan Indonesia, konsumen di Tanah Air sebaiknya tidak berharap akan ada penurunan harga iPhone dalam waktu dekat.

Struktur rantai pasok global Apple dan fokus produksi yang kini dialihkan ke India untuk pasar AS menjadi faktor penentu utama yang membuat harga di Indonesia tetap stabil.

(*Red)