IEU-CEPA Diteken, Ekspor Sawit RI Dipastikan Aman dan Menguntungkan

Hashim Djojohadilkusumo. (Dok. Istimewa)
Hashim Djojohadilkusumo. (Dok. Istimewa)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Kesepakatan dagang antara Indonesia dan Uni Eropa melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dipastikan membawa angin segar bagi pelaku ekspor nasional.

Salah satu sektor yang disebut akan diuntungkan adalah industri kelapa sawit Indonesia, yang selama ini kerap menghadapi tantangan regulasi dari Eropa.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Strategi Ekspor 20 Komoditas Unggulan ke Eropa, Sawit Jadi Andala

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa dalam perjanjian ini, kelapa sawit RI tidak akan dikenakan sanksi apa pun oleh Uni Eropa.

“Saya tidak berhak untuk memberikan detail, tapi pertama adalah kelapa sawit tidak dikenakan sanksi, tidak dikenakan penalti atau denda atau sebagainya,” ujarnya saat ditemui di Paris, Prancis, dalam acara Breakfast Forum Kadin dan Madef (Mouvement des Entreprises de France), Selasa waktu setempat, dikutip Rabu (16/7/2025).

Hashim menjelaskan lebih lanjut bahwa sawit Indonesia justru sangat dibutuhkan oleh industri di Eropa, karena merupakan bahan dasar dari berbagai produk seperti sabun, sampo, hingga makanan.

“Melainkan, kelapa sawit sangat dibutuhkan oleh industri Eropa. Semua barang-barang yang misalnya sampo atau sabun atau makanan, ya ini banyak itu ingredient-nya atau unsurnya itu dari kelapa sawit. So ini, untuk 27 negara anggota European Union sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Hashim juga menambahkan bahwa meskipun Indonesia diminta memenuhi sejumlah persyaratan oleh Uni Eropa, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui langkah-langkah tersebut.