“Saya mengajak semua pihak, baik tokoh adat, tokoh pendidikan, tokoh pemuda maupun lembaga masyarakat, untuk terus membangun kolaborasi dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya. Jangan biarkan adat dan tradisi kita hanya tinggal cerita. Jadikan ia sebagai sumber inspirasi, sumber pendidikan, dan bahkan sumber ekonomi kreatif bagi masyarakat kita,” tuturnya.
Penutupan PGD ini menjadi momen penguatan identitas budaya serta ruang ekspresi masyarakat adat, khususnya Suku Dayak Seberuang, di tengah arus modernisasi dan tantangan zaman.
(fd)
















