Harga Minyak Dunia Stabil Usai Data Ketenagakerjaan AS Tunjukkan Performa Positif

Ilustrasi - Harga minyak dunia cenderung stabil pada perdagangan Jumat (4/7) usai Amerika Serikat (AS) merilis data ketenagakerjaan. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Harga minyak dunia cenderung stabil pada perdagangan Jumat (4/7) usai Amerika Serikat (AS) merilis data ketenagakerjaan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, INTERNASIONAL – Harga minyak dunia stabil pada perdagangan Jumat (4/7/2025), dipengaruhi oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan hasil positif.

Investor pun masih menunggu kejelasan terkait rencana Presiden AS Donald Trump soal tarif impor ke berbagai negara.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent hanya naik tipis sebesar 1 sen atau 0,01 persen ke level US$68,81 per barel.

Baca Juga: Minyak Sawit & Perikanan RI Bakal Banjiri Eropa, Ekspor Barang RI Bisa 0%

Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) asal AS turut menguat 3 sen atau 0,04 persen menjadi US$67,03 per barel.

Penguatan harga ini terjadi setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Disebutkan bahwa jumlah lowongan pekerjaan meningkat menjadi 147 ribu posisi, lebih banyak dari bulan sebelumnya.

Selain itu, tingkat pengangguran juga mengalami penurunan tak terduga menjadi 4,1 persen.

Penurunan ini dipandang sebagai sinyal bahwa ekonomi AS tetap kuat, meski masih dibayangi ketidakpastian akibat kebijakan tarif impor.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ia akan mulai mengirimkan surat ke negara-negara mitra dagang untuk menetapkan tarif impor yang akan dikenakan masing-masing.

Baca Juga: Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Berlaku 1 Mei 2025

Kebijakan ini menjadi bagian dari respons AS terhadap ketidakseimbangan perdagangan global.

“Trump mengatakan bahwa pengiriman surat tersebut dilakukan mulai hari ini untuk memperjelas berapa tarif impor yang akan dikenakan,” tulis Reuters dalam laporannya.

Masa jeda selama 90 hari untuk penerapan tarif balasan atas mitra dagang akan berakhir pada 9 Juli.

Hingga kini, sejumlah negara mitra utama seperti Uni Eropa dan Jepang belum mencapai kesepakatan perdagangan dengan AS.

Kondisi ini turut membuat para pelaku pasar tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, sehingga harga minyak dunia bergerak relatif stabil.

Baca Juga: Iran Bersiap Tutup Selat Hormuz, AS Minta Bantuan China Redam Konflik