Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dalam beberapa hari terakhir.
Jumlah titik api yang terdeteksi terus meningkat akibat cuaca panas, kering, dan angin kencang yang mempercepat penyebaran api.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Herry Purwoko, mengatakan pihaknya bersama relawan pemadam kebakaran (Damkar) kini tengah berupaya keras melakukan pemadaman di empat lokasi secara bersamaan.
Baca Juga: Menteri Kehutanan Raja Juli Apresiasi Penurunan Karhutla di Kalimantan Barat dalam 5 Tahun Terakhir
“Di tengah minimnya petugas, kami harus membagi personel menjadi empat regu untuk memadamkan di wilayah Punggur Kecil, Arang Limbung, Desa Limbung, dan Teluk Kapuas,” ungkap Herry saat dikonfirmasi pada Selasa malam (01/07/2025).
Ia menjelaskan bahwa tim gabungan bergerak cepat usai menerima laporan dari warga mengenai munculnya asap di sejumlah titik.
Karena akses ke beberapa lokasi cukup sulit, proses pemadaman dilakukan secara manual menggunakan alat semprot air.
“Upaya pemadaman berlangsung cukup intens karena kondisi cuaca panas dan angin yang cukup kencang,” tambahnya.
Sampai saat ini, penyebab pasti terjadinya kebakaran hutan dan lahan tersebut masih diselidiki oleh pihak berwenang.
Meski begitu, BPBD telah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di musim kemarau seperti sekarang.
“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan Damkar dan masyarakat yang turut membantu dalam proses pemadaman hingga saat ini,” pungkas Herry.
BPBD Kubu Raya berharap peran serta masyarakat dalam mencegah karhutla terus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak semakin meluas dan membahayakan lingkungan serta kesehatan warga.
Baca Juga: Kementerian Kehutanan Gelar Apel Siaga Pengendalian Karhutla di Kantor Gubernur Kalbar
















