Lima Bencana Terjadi di Indonesia dalam 24 Jam, BNPB Imbau Masyarakat Tetap Waspada

BPBD Kabupaten Bima mendistribusikan air bersih di Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Senin (30/6). Foto: HO/Faktakalbar.id
BPBD Kabupaten Bima mendistribusikan air bersih di Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Senin (30/6). Foto: HO/Faktakalbar.id

Kebakaran Lahan di Banjarbaru, Kalsel

Kebakaran lahan terjadi di Desa Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (30/6) pukul 13.35 WITA. Sekitar 3 hektare lahan yang terdiri dari semak belukar dan vegetasi semi gambut terbakar.

BPBD Banjarbaru menurunkan unit water supply 4.000 liter dan mobil rescue. “Akses jalan yang sulit membuat pemadaman tidak optimal. Saat ini api masih aktif dan dalam pemantauan,” tulis laporan BNPB.

Banjir di Gorontalo

Curah hujan tinggi dan jebolnya tanggul Sungai Marisa menyebabkan banjir di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Minggu (29/6).

Ketinggian air mencapai 50 cm di Desa Yosonegoro dan Desa Daenaa. Kecamatan Limboto Barat dan Limboto menjadi wilayah terdampak.

Baca Juga: BNPB Catat Longsor dan Angin Kencang di Sejumlah Daerah

Tercatat 181 KK atau 581 jiwa terdampak. Selain itu, 153 rumah, dua fasilitas kesehatan, dua tempat ibadah, dan satu pasar juga terendam.

BPBD setempat melaporkan bahwa banjir telah surut per Senin (30/6).

BNPB: Waspada Cuaca Ekstrem

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem di musim kemarau.

“Bersihkan saluran air, periksa atap rumah, pangkas pohon rawan tumbang, dan siapkan rencana evakuasi,” kata BNPB.

Warga juga diminta mengikuti informasi cuaca dari instansi resmi untuk meningkatkan kesiapsiagaan.