Longsor di Telaga Ngebel Tutup Akses Jalan, Dua Pengendara Motor Luka

Personil BPBD Kabupaten Ponorogo melakukan asesmen lokasi terdmpak longsor di jalan Lingkar Telaga Ngebel, Ponorogo pada Sabtu (21/6). Sumber Foto: BPBD Kabupaten Ponorogo
Personil BPBD Kabupaten Ponorogo melakukan asesmen lokasi terdmpak longsor di jalan Lingkar Telaga Ngebel, Ponorogo pada Sabtu (21/6). Sumber Foto: BPBD Kabupaten Ponorogo

Faktakalbar.id, NASIONAL – Dua warga Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, selamat setelah tertimpa material longsor saat melintas di Jalan Lingkar Telaga Ngebel, Sabtu (21/6/2025) sore.

Kedua korban yang berboncengan sepeda motor langsung dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis.

Tebing batu alami yang berada di sisi jalan mengalami pelapukan sehingga mengakibatkan bongkahan batu berdiameter sekitar 1,5 meter meluncur bebas dan menutup sebagian akses jalan.

Baca Juga: BNPB Catat Longsor dan Angin Kencang di Sejumlah Daerah

“Faktor penyebab longsor diduga karena pelapukan batu tebing dan tidak adanya vegetasi pohon dengan akar kuat yang mampu menahan beban batu,” terang tim dari BPBD Ponorogo di lokasi kejadian.

Usai kejadian, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Ponorogo, Koramil, Polsek, perangkat Kecamatan dan Desa Ngebel, relawan RAPI, serta warga setempat langsung melakukan peninjauan lapangan dan kaji cepat.

Mereka juga mengoordinasikan proses evakuasi lanjutan terhadap material longsor.

Hingga Senin (23/6), alat berat sudah mulai dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutupi jalur tersebut.

Sementara ini, akses jalan Lingkar Telaga Ngebel di Lingkungan Kemambang, Desa Gondowido, masih belum bisa dilalui kendaraan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga yang tinggal di sekitar wilayah tebing untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim kemarau basah seperti sekarang ini.

Baca Juga: BNPB Catat 20 Kejadian Bencana dalam 24 Jam, Masyarakat Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

“Cuaca ekstrem saat ini ditandai dengan hujan deras dan angin kencang. Jika hujan turun lebih dari satu jam, sebaiknya warga dan pengendara menghindari jalur yang berada di dekat tebing,” imbau pihak BNPB.

Kondisi cuaca ekstrem dapat mempercepat proses pelapukan tanah dan batu, sehingga meningkatkan risiko terjadinya tanah longsor.

Pengguna jalan, terutama yang melintasi jalur rawan seperti Lingkar Telaga Ngebel, diharapkan tetap waspada.