Faktakalbar.id, NASIONAL – Di tengah polemik pengadaan mobil dinas Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) senilai lebih dari Rp15 miliar, kini muncul sorotan baru.
Badan Penghubung Daerah Kalbar, yang berkantor di Jakarta Selatan, ternyata juga menganggarkan pembelian kendaraan dinas pejabat seharga Rp3,57 miliar.
Keputusan ini menuai pertanyaan besar, mengingat lembaga tersebut sebelumnya telah menerima hibah kendaraan bekas pemakaian gubernur yang masih sangat layak pakai.
Badan Penghubung Kalbar, di bawah pimpinan Abdul Gani, tetap menganggarkan pembelian kendaraan dinas baru meskipun Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan imbauan efisiensi belanja pemerintah.
Pembelian kendaraan dinas ini dinilai sebagai upaya memastikan kenyamanan pejabat Kalbar saat berkunjung atau bertugas di Jakarta.
Faktakalbar.id menemukan bahwa Badan Penghubung sebenarnya telah memiliki kendaraan operasional dari hibah mantan gubernur.
















