Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah mempersiapkan kerja sama strategis dengan mitra asal Rusia untuk mengembangkan industri galangan kapal berbasis energi bersih di Indonesia.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, menyebut kolaborasi ini akan melibatkan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maritim seperti PT PAL Indonesia serta beberapa perusahaan pelat merah lainnya di sektor perkapalan.
“Jadi, tidak ada yang masuk sendiri. Mereka akan bersama dengan kita, ada empat perusahaan, baik itu PAL dan yang lain-lain,” kata Rosan dalam keterangannya di St. Petersburg, Rusia, dikutip Senin (23/6/2025).
Baca Juga: Prabowo Resmi Luncurkan Danantara Indonesia
Fokus pada Keuangan BUMN dan Transfer Teknologi
Menurut Rosan, proyek ini tidak hanya ditujukan untuk membangun kapal ramah lingkungan, tetapi juga bertujuan memperbaiki kondisi keuangan BUMN maritim yang saat ini dinilai kurang sehat.
“Kita akan lihat mana yang paling cocok. Harapannya, kerja sama ini juga bisa menyehatkan BUMN tersebut,” ujarnya.
Selain aspek keuangan, kerja sama ini juga akan menekankan pentingnya transfer teknologi energi bersih.
Kapal-kapal yang dikembangkan dirancang untuk mengandalkan tenaga listrik dan tenaga surya.
Menariknya, kapal tersebut juga akan dilengkapi dengan teknologi pemecah es yang telah banyak digunakan oleh mitra Rusia, terutama di wilayah sungai dan laut.
Baca Juga: Prabowo Bertemu Putin di Rusia: Tegaskan Komitmen Bilateral
Proyek Prioritas dalam Teknologi Hijau
Rosan menegaskan bahwa proyek ini merupakan salah satu inisiatif prioritas Danantara dalam mendukung komitmen Indonesia terhadap pembangunan industri maritim nasional berbasis teknologi hijau.
Dengan kemitraan ini, diharapkan Indonesia tidak hanya mampu menghadirkan galangan kapal modern, tetapi juga menciptakan ekosistem industri perkapalan yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di pasar global.
















