25 Warga Kapuas Hulu Meninggal Akibat HIV-AIDS Sejak 2016, Kasus Terus Bertambah di 2025

Ilustrasi - Edukasi mengenai seks aman, penggunaan kondom, dan pentingnya tes HIV rutin menjadi upaya Dinkes Kapuas Hulu dalam menekan penyebaran HIV-AIDS.
Ilustrasi - Sebanyak 25 orang di Kabupaten Kapuas Hulu meninggal dunia akibat HIV-AIDS. (Dok. Ist)

Penyebaran di 11 Kecamatan, Kasus Baru Capai 19 di 2025

Hingga Mei 2025, Kapuas Hulu mencatat 19 kasus baru HIV yang tersebar di 11 kecamatan.

Putussibau Selatan mencatat kasus tertinggi dengan 5 orang, diikuti Putussibau Utara dan Embaloh Hilir masing-masing 3 orang. Kecamatan lainnya masing-masing melaporkan 1 kasus, termasuk Boyan Tanjung, Hulu Gurung, Kalis, Silat Hulu, Bika, Jongkong, Pengkadan, dan Badau.

Sementara itu, pada tahun 2024, terdapat 32 kasus baru yang juga menyebar di berbagai kecamatan. Angka kematian ODHIV di 2024 mencapai 4 orang, sedangkan di 2025 hingga Mei tercatat 2 kematian.

Penyebaran HIV di Kapuas Hulu terutama terjadi pada empat populasi kunci: lelaki seks dengan lelaki (LSL), waria (transgender), pekerja seks perempuan (PSP), dan pengguna narkoba suntik (penasun).

Baca Juga: Kasus HIV/AIDS di Ketapang Meningkat