Kholid juga dikenal konsisten mengadvokasi RUU Perampasan Aset, RUU PPRT, dan RUU Ekonomi Syariah.
Riwayat Politik dan Akademik
Kholid telah mengemban banyak peran penting, seperti:
- Staf Khusus Presiden PKS (2015–2025)
- Juru Bicara DPP PKS (2019–sekarang)
- Juru Bicara Prabowo Subianto (Pilpres 2019)
- Juru Bicara Anies Baswedan (Pilpres 2024)
Ia adalah lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan meraih gelar Magister Hubungan Internasional dari FISIP UI.
Ia juga alumni Konrad Adenauer School for Young Politicians (KASYP) dan program kepemimpinan politik muda se-Asia.
Selain itu, Kholid menjabat Direktur RETAS Institute sejak 2020 dan memiliki pengalaman 14 tahun sebagai tenaga ahli DPR RI (2011–2025).
Komitmen Regenerasi dan Kepemimpinan Baru PKS
PKS menegaskan bahwa penunjukan Muhammad Kholid adalah bagian dari regenerasi progresif berbasis meritokrasi.
Langkah ini mencerminkan komitmen PKS untuk terus responsif terhadap aspirasi rakyat.
“PKS akan terus berinovasi dan memperkuat peran sebagai pelayan rakyat. Dengan semangat baru, kami optimistis dapat menghadirkan politik yang solutif dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” tegas Almuzzammil.
Selain menunjuk sekjen, PKS juga menetapkan Noerhadi sebagai Bendahara Umum dan Pipin Sopian sebagai Kepala Kantor Staf Presiden PKS.
Ketiganya diharapkan mampu memperkuat struktur dan kinerja partai dalam menjawab tantangan politik nasional.
Baca juga: AJI Pontianak Desak Polda Kalbar Jalankan PKS Polri dan Dewan Pers
(*/red)
















