Cuaca Ekstrem Awal Juni: Banjir, Longsor, dan Angin Kencang Landa Sejumlah Daerah

Peristiwa tanah longsor melanda Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Senin (2/6). Sumber foto: BPBD Kabupaten Raja Ampat.
Longsor melanda Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Senin (2/6). Sumber Foto: BPBD Kabupaten Raja Ampat

Faktakalbar.id, NASIONAL – Memasuki awal Juni 2025, sejumlah wilayah di Indonesia dilanda bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, hujan lebat, banjir, hingga tanah longsor.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Kamis (5/6), bencana terjadi di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Jember (Jawa Timur), Trenggalek (Jawa Timur), dan Raja Ampat (Papua Barat Daya).

Angin Kencang di Jember Sebabkan Korban Jiwa

Angin kencang menerjang Desa Baletbaru, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Rabu (4/6) pukul 07.00 WIB. Kejadian ini menyebabkan satu korban jiwa.

Seorang warga bernama Kamsiah (61 tahun) meninggal dunia setelah tertimpa bangunan dapur yang roboh. Dapur tersebut sebelumnya diketahui dalam kondisi rapuh.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Landa Indonesia, BNPB Catat 30 Bencana dalam Sehari

Selain itu, satu unit kandang sapi milik warga juga roboh. Beruntung, tidak ada hewan ternak yang menjadi korban.

Kerusakan material yang dilaporkan meliputi dapur rumah warga dan kandang ternak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember langsung melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan perangkat desa.

Bantuan logistik pun telah disalurkan, mencakup kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, perlengkapan bayi, pakaian, hingga alat masak.

BPBD juga mengerahkan tim Jitupasna untuk melakukan penilaian terhadap kerusakan dan kebutuhan pascabencana.

Hujan Deras Rusak Infrastruktur di Trenggalek

Di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, hujan deras pada Rabu (4/6) malam menyebabkan jembatan penghubung antara Desa Bangun dan Desa Bendoroto, Kecamatan Munjungan, amblas sekitar pukul 22.15 WIB.

Jembatan sepanjang 23 meter dengan lebar 3 meter itu rusak akibat derasnya aliran sungai yang menggerus pondasi.

Bencana serupa terjadi di Kecamatan Watulimo pada Kamis (5/6), Hujan deras sejak malam sebelumnya menyebabkan banjir setinggi 50 cm melanda Desa Prigi dan Tasikmadu.

Meski air telah surut, infrastruktur ringan mengalami kerusakan dan masih dalam pendataan.

Longsor juga terjadi di Desa Sawahan dan Gemaharjo.

Di Sawahan, longsor dan pohon tumbang menutup sebagian jalur provinsi Durenblondot.

Arus lalu lintas kini diberlakukan sistem buka-tutup, Di jalur alternatif Thukul, longsor juga menutup sebagian jalan namun masih bisa dilewati.

Baca Juga: BNPB Catat 21 Kejadian Bencana dalam 24 Jam Terakhir, Termasuk Longsor dan Karhutla

BPBD Trenggalek bersama perangkat desa telah meninjau lokasi terdampak dan mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan.

Pemantauan cuaca dan kondisi lapangan dilakukan secara berkala.