Faktakalbar.id, PONTIANAK – Fakta memilukan terungkap dalam kasus kematian seorang bocah pengamen di bawah Jembatan Siantan, Kecamatan Pontianak Utara.
Bocah berkebutuhan khusus itu diduga menjadi korban kekerasan bocah berkebutuhan khusus oleh APR, kekasih dari ibu korban.
Harun, tetangga yang sering melihat keseharian korban, mengungkapkan bahwa anak tersebut sudah lama menjadi sasaran kekerasan fisik.
Baca juga: Anak Berkebutuhan Khusus Tewas di Jembatan Landak Pontianak, Pacar Ibu Korban Ditangkap
“Sering saya dengar anak itu menangis. Ibunya juga kadang terlihat lebam. Tapi mereka jarang cerita. Rupanya selama ini anak itu sering dipukuli. Alasannya cuma karena buang air sembarangan atau makan terlalu lama,” tutur Harun pada Jumat malam pukul 19.00 (30/05/2025).
Harun juga menambahkan bahwa pelaku APR kerap menunjukkan perilaku kasar dan mengeluarkan ancaman serius terhadap bocah malang tersebut.
“Pernah ibunya cerita pelaku ngomong, ‘Bunuh aja biar nggak nyusahin kita’. Saya cuma bisa bilang, tolong jaga anak itu… dia nggak salah apa-apa,” kata Harun, menirukan ucapan sang ibu.
Tragedi mencapai puncaknya saat APR diduga menganiaya korban dengan brutal di bawah jembatan.
Kekerasan bocah berkebutuhan khusus ini berakhir tragis ketika sang anak dinyatakan meninggal dunia.
Harun mengaku menyesal karena tidak sempat menyelamatkan korban akibat kejadian berlangsung cepat dan di lokasi yang sepi.
Kekerasan terhadap anak, apalagi anak dengan kondisi disabilitas, kembali menjadi sorotan publik. Warga berharap penegakan hukum terhadap pelaku bisa dilakukan secara tegas dan adil.
Baca juga: Bobol Apotek di Siantan Pontianak, Maling Gasak Rp34 Juta dan HP, Kini Sudah Ditangkap Polisi
(amb)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















