Ironisnya, MRN kerap mengklaim dirinya “dibekingi jenderal-jenderal”, sebuah pengakuan yang memicu keresahan di kalangan penambang ilegal lain maupun warga sekitar.
“Ngapain jenderal-jendral bekingi kegiatan ilegal begini? Tahu kah jenderal-jendral itu bahwa MRN selalu menjual namanya? Nanti bikin jelek nama instansi, akhirnya bermasalah ketika pemerintah pusat mengetahui,” ujar seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Kalimantan Barat dikenal sebagai salah satu penghasil emas terbesar di Indonesia, namun maraknya PETI telah menimbulkan kerusakan lingkungan dan konflik antar-kelompok. Persaingan antar-mafia tambang kian memicu dugaan penggunaan oknum-oknum aparat keamanan dan potensi korupsi. (tim)
Baca Juga: Adik Siman Bahar Kabur Usai Penggerebekan Emas Ilegal, Polisi Lakukan Pengejaran
















