Karhutla Terjadi di Dua Kabupaten Kalimantan Tengah
Di Kalimantan Tengah, dua kejadian karhutla terjadi secara bersamaan di Kabupaten Lamandau (0,5 hektar) dan Kotawaringin Barat (1 hektar). Kedua titik api berhasil dipadamkan oleh petugas pada Sabtu (3/5).
Dari 1 Januari hingga 4 Mei 2025, BNPB mencatat 38 kejadian karhutla di Kalimantan Tengah, dengan 180 titik panas dan total lahan terbakar mencapai 25,46 hektar. Kabupaten Sukamara menjadi daerah paling terdampak dengan luas 6,90 hektar, disusul Barito Utara dengan 4,01 hektar.
“Penyebab karhutla masih dalam penyelidikan oleh aparat penegak hukum sesuai wilayah kerja masing-masing,” kata BNPB.
Baca Juga: BNPB Update Bencana Terbaru: Pergerakan Tanah, Longsor, Banjir, dan Cuaca Ekstrem
Imbauan BNPB: Tingkatkan Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Menanggapi meningkatnya frekuensi bencana banjir dan karhutla, BNPB mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Hal ini termasuk kesiapan peralatan, kendaraan, personel hingga anggaran, khususnya di enam provinsi prioritas: Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau. Kalimantan Timur juga mendapat penanganan khusus.
BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan langkah-langkah mitigasi bencana hidrometeorologi. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
-
Membersihkan saluran drainase
-
Menyiapkan area penampungan air
-
Memangkas dahan pohon besar
-
Menetapkan rencana darurat dan jalur evakuasi
Langkah-langkah ini penting dilakukan guna mengurangi risiko dan dampak dari bencana yang semakin sering terjadi.
Baca Juga: Banjir Terjang Bandarlampung, 3 Orang Meninggal Dunia: BNPB Ingatkan Warga Waspada
















