Riau Masih Menjadi Wilayah Prioritas
Provinsi Riau termasuk daerah prioritas dalam penanganan karhutla bersama beberapa provinsi lain seperti Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Data BNPB menunjukkan bahwa sepanjang 2014–2025, Riau mengalami 374 kejadian karhutla, atau sekitar 41,75% dari seluruh bencana yang terjadi di wilayah tersebut.
Meski jumlah kejadian karhutla menurun dalam tiga tahun terakhir dari 176 kasus pada 2023 menjadi 10 di 2024 dan 11 di 2025 pemerintah tetap mengingatkan untuk tidak lengah.
“Jangan sampai lengah atau terlena. Kalau kita lihat datanya memang ini menurun drastis. Tapi ingat, musim kemarau di depan mata. Saya minta kita tetap selalu waspada,” tegas Suharyanto.
Daerah dengan kasus karhutla tertinggi di Riau antara lain Kabupaten Kampar (39 kejadian), Indragiri Hilir (28), Indragiri Hulu (26), Kepulauan Meranti (15), dan Bengkalis (13).
Operasi Modifikasi Cuaca dan Bantuan Peralatan
BNPB juga akan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai 1 Mei 2025. Tujuannya untuk membasahi lahan gambut dan mengisi embung agar siap menghadapi kekeringan. Selain itu, BNPB akan memberikan bantuan logistik dan peralatan seperti motor khusus karhutla, pompa, genset, alat pelindung diri, tenda, makanan siap saji, dan kebutuhan darurat lainnya.
“Per tanggal 1 Mei 2025 akan kita laksanakan operasi modifikasi cuaca,” jelas Suharyanto.
Seluruh perlengkapan tersebut akan ditampilkan dalam Apel Gelar Pasukan sebagai bentuk kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi bencana karhutla.
Baca Juga: Kerjasama Penanggulangan Bencana BNPB – AFAD Turkiye
















